Mengenal Lebih Dalam Social Distancing
sebagai Cara Ampuh Cegah Covid-19
Syarifullah/201410050311014/B
Wabah virus Corona di Indonesia membuat Presiden Jokowi
mengeluarkan kebijakan bagi masyarakat untuk bekerja di rumah. Hal ini
dikatakan sebagai social distancing atau pembatasan interaksi dengan disiplin.
Lantas, apa itu social distancing dan bagaimana jarak
sosial ini dianggap dapat menurunkan risiko penularan virus SARS-CoV-2.
Dilansir dari John Hopkins University, social distancing adalah salah satu
upaya dalam mengurangi resiko infeksi menular dan tidak berdekatan dengan orang
sakit. Social distancing tidak sekadar membatasi kontak dengan orang sakit,
melainkan juga dengan membatalkan acara kelompok hingga menutup fasilitas umum
untuk menghindari keramaian.
Pengertian social distancing ?
Social distancing adalah praktik kesehatan yang bertujuan
mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dengan orang sehat untuk
mengurangi peluang penularan.
Mengutip dari laman resmi Center for Disease Control dan
Prevention (CDC) AS, social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari
pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia. Jarak yang dianjurkan oleh
pemerintah AS adalah sekitar dua meter.
Social distancing sendiri dianggap bisa mengurangi risiko
penyebaran COVID-19 karena virus menular dari manusia ke manusia melalui
droplet (partikel air liur) ketika penderita bersin atau batuk.
Pengertian virus corona atau covid-19 ?
Virus corona atau Covid-19 adalah keluarga virus yang
menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah
seperti sindrom pernafasan akut akut (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah
(MERS).
Virus ini awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. SARS,
misalnya, ditransmisikan dari kucing luwak ke manusia sementara MERS pindah ke
manusia dari jenis unta.
Bagaimana social distancing sebagai cara ampuh cegah
covid-19 ?
1. Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai
pengunjung (social distancing).
2. Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau
keramaian.
3. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand
sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar
rumah atau di tempat umum.
4. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
5. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci
tangan.
6. Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila
terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
7. Masak daging sampai benar-benar matang sebelum
dikonsumsi.
8. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau
bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
9. Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam,
batuk, atau pilek.
10. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan
kebersihan lingkungan.
Isolasi diri sendiri sebenarnya dapat dilakukan, tetapi
alangkah baiknya ketika Anda mengalami sejumlah gejala berkaitan dengan
COVID-19 segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.
Social distancing tidak akan efektif jika Anda tidak
menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri sebagai upaya mengurangi risiko
penularan dan penyebaran COVID-19. Tetap mendapatkan tidur yang cukup, memenuhi
kebutuhan nutrisi dan rutin berolahraga di rumah setidaknya menjaga daya tahan
tubuh menghadapi wabah penyakit.
Efektivitas Social Distancing
Dikutip dari berbagai sumber, para ahli menyatakan praktik
social distancing ini berhasil berdasarkan studi pada pandemi influenza Spanyol
1918.
Sebuah studi yang dirilis 2007 menyebutkan bahwa kota-kota
di Spanyol yang mempraktekkan social distancing seperti melarang pertemuan di
tempat publik hingga menutup sekolah, berhasil menekan tingkat kematian secara
signifikan.
Untuk kasus virus corona sendiri, belum terdapat penelitian
ilmiah yang mempelajari pengaruh social distancing. Namun, jika merujuk pada
pengalaman pandemi influenza di Spanyol tersebut, terdapat potensi besar bahwa
praktik social distancing dapat menekan penularan virus corona.
Sebab, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah
mengkategorikan virus corona sebagai pandemi. WHO mendefinisikan pandemi
sebagai penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia.
WHO juga telah merekomendasikan Indonesia untuk melakukan tindakan
mendesak untuk mengurangi transmisi dan mencegah penyebaran lebih lanjut. Salah
satunya, meningkatkan sosialisasi langkah-langkah kesehatan masyarakat seperti
menjaga kebersihan tangan dan mempraktekkan social distancing. Beberapa negara
telah menganjurkan implementasi praktik social distancing kepada warganya,
salah satunya AS.
Terkait
Permasalahan Social Distancing dengan Covid-19 menggunakan rumus MOMMY :
Mapping :
Pemerintah Pusat yang memiliki wewenang dalam membuat kebijakan.
Output : Social
distancing juga satu dari sedikit cara yang bisa dilakukan untuk mencegah
penularan infeksi virus. Hal ini dikarenakan vaksin COVID-19 masih dalam
pengembangan dan belum ada obat untuk memperlambat infeksi virus. Oleh karena
itu, melakukan karantina terhadap diri sendiri untuk mempertimbangkan resiko
penularan dan penyebaran infeksi virus ternyata cukup penting.
Media : Media
Koran Digital dan Media Online (Instagram, Twitter, Facebook).
Message : Hindari
jabat tangan jika ada pertemuan, apalagi berpeluk dan bergandengan tangan dan
tempat yang punya risiko tinggi, hindari karena potensi penularannya tinggi
lewat kontak tubuh.
Why : Social distancing jaga jarak demi kepentingan bersama di
Covid-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar